Kamis, 19 September 2013

YAA SIIN (ayat : 1-6)








بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

يس

1. Yaa siin
Ya, Seen.

وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ

2. Demi Al Quran yang penuh hikmah,
By the wise Qur'an.

Allah bersumpah dengan menyebut Al Qur'an yang penuh dengan hikamah, dan tidak ada kebatilan sedikitpun didalamnya, yang mnerangkan hala-hal yang hak dari Allah sang pencipta alam semesta.

إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ

3. Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,
Indeed you, [O Muhammad], are from among the messengers,

Sesungguhnya engkau ya Muhammad.saw adalah seorang rosul-rosul, yang diutus untuk menyampaikan risalah-risalah dari Allah subhanahuwata'ala, yang tertulis didalam kitab ssuci-Nya Al Qur'an

عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

4. (yang berada) diatas jalan yang lurus,
 On a straight path.

Yang berisikan petunjuk-prtunjuk untuk menuju kepada jalan yang lurus, yaitu jalan yang diridhoi Allah.

تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ

5. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,
 [This is] a revelation of the Exalted in Might, the Merciful,

Yang telah diturunkan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, sebagai petunjuk kepada semua manusia.

لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ

6. Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.
That you may warn a people whose forefathers were not warned, so they are unaware.

Dengan kitab Al Qur'an itu agar kamu memberikan peringatan dan nasehat-nasehat kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan untuk membenarkan semua apa yang Allah perintahkan kepada rosul Nya, dan masuk kedalam agama Allah, agama yang lurus dan tidak ada kebatilan didalamnya



Senin, 16 September 2013

Q.S.64 AT-THAGAABUN (ayat : 11-13)











Bismillaahirraḥmaaniraḥiim
Assalamu 'alaikum warohmatullahi wabarokatuh



Tunduk Dan Tawakal Kepada Allah


At Taghaabun

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

11. Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; 

Apa yang menimpa sesorang baik itu berupa musibah, bencana atau kebaikan serta kenikmatan itu terjadi menurut qadla dan qadar-Nya, sesuai dengan sunah-sunah (ketentuan-ketentuan) Allah yang diletakkan pada hukum-hukum alam.

Orang harus bekerja keras, berusha dan berikhtiar dengan bersungguh-sungguh dan berupaya untuk mendatangkan kebaikan serta menolak keburukan/kejahatan dari dirinya sendiri maupun dari orang lain.

Kemudian kita tidak usah khawatir dan bersedih sesudah itu terhadap apa-apa yang menimpa kita, baik itu berupa keburukan serta bencana maupun kebaikan dan keberuntungan.
Karena kita sudah melakukan segala daya upaya apa yang ada dalam kemapuan serta kesanggupan kita dalam berusaha.

Dan diluar hal itu, semua bukanlah urusan kita tetapi semua menjadi urusan Allah. Jadi yang mendominasi disini adalah ketentuan Allah, yang berlaku dengan mutlak.

Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.

Disini Allah melanjutkan serta menegaskan, Allah akan melapangkan dada orang-orang yang beriman untuk menambahkan kebaikan keimanan serta ketaatan didalam hatinya, yang akan menyinari serta meneranginya.
Dadanya menjadi lapang untuk menambah kebaikan dan melangkahkan kaki dalam ketaatan.
Adakah nikmat yang lebih besar dari nikmat ini ?

Kesungguhan dalam mengerjakan kebaikan, ketenangan dalam kesedihan dan kesulitan, ketenteraman dalam jiwa dan kepercayaan akan semua karunia Allah.

Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

 Dia (Allah) mengetahui semua isi hati dengan hal ikhwalnya, serta memahami apa yang menjadi rahasia dan bisikannya, baik dalam keluhan dan pengaduan maupun permohonan serta pengharapan. Maka waspada dan sadarilah akan kepengawasan-Nya, baik diwaktu tersembunyi maupun diwaktu terbuka.

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ ۚ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ
 
12.Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya, jika kamu berpaling sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.
 
Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya, jika kamu berpaling sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang
 
 Taatlah kepada Allah dalam apa yang disyari'atkan-Nya, taatlah pula kepada rosul-Nya dan apa yang disampaikannya dari Allah, kerjakanlah apa yang diperintahkan-Nya dan tinggalkanlah apa yang dilarang dan dicegah-Nya. Jika kamu berpaling dari yang demikian itu, maka tugas rosul disini hanyalah wajib menyampaikan amanat dan risalah Allah yang ditugaskan kepadanya dengan terang.
 
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
 
13. (Dialah) Allah tidak ada Tuhan selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakkal kepada Allah saja.
  (Dialah) Allah tidak ada Tuhan selain Dia.

 Allah nenberikan ketegasan, bahwa hanya Dialah Allah, Allah yang menciptakan alam semesta ini, Allah yang mematikan dan menhidupkan, Allah yang memberikan balasan baik yang berupa kebaikan maupun keburukan. Tidak ada tuhan yang menjadi sesembahan manusia selain Dia.

Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakkal kepada Allah saja.
Disini diisyaratkan bahwa orang-orang yang beriman hendaklah bertawakal/bersandar hanya kepada Allah semata, dan tidak bersaandar daan menggatungkan harapannya kepada selain Allah. Karena hanya Allah sajalah yang dapat memberikan manfaat serta mudharat kepada semua hamba-hamba-Nya, tidak selain Dia.


Sumber :
Terjemahan Tafsir
AL- MARAGHI

Jumat, 30 Agustus 2013

AN-NAHL (ayat : 65-70)

 
 
بسم الله الرحمن الرحيم




Assalamu 'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ
65. Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).
 And Allah has sent down rain from the sky and given life thereby to the earth after its lifelessness. Indeed in that is a sign for a people who listen.

وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعَامِ لَعِبْرَةً ۖ نُسْقِيكُمْ مِمَّا فِي بُطُونِهِ مِنْ بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَبَنًا خَالِصًا سَائِغًا لِلشَّارِبِينَ
66. Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.
 And indeed, for you in grazing livestock is a lesson. We give you drink from what is in their bellies - between excretion and blood - pure milk, palatable to drinkers.

وَمِنْ ثَمَرَاتِ النَّخِيلِ وَالْأَعْنَابِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
67.Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.
And from the fruits of the palm trees and grapevines you take intoxicant and good provision. Indeed in that is a sign for a people who reason

وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ
68. Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia",
 And your Lord inspired to the bee, "Take for yourself among the mountains, houses, and among the trees and [in] that which they construct.

ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
69. kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.
 Then eat from all the fruits and follow the ways of your Lord laid down [for you]." There emerges from their bellies a drink, varying in colors, in which there is healing for people. Indeed in that is a sign for a people who give thought

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ ۚ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ
70. Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
 And Allah created you; then He will take you in death. And among you is he who is reversed to the most decrepit [old] age so that he will not know, after [having had] knowledge, a thing. Indeed, Allah is Knowing and Competent.




Rabu, 17 Juli 2013

MENAFKAHKAN HARTA DI JALAN ALLAH (bagian.4)



Assalamu 'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
بسم الله الرحمن الرحيم


Allah Maha Mengetahui :

Sesungguhnya apa-apa yang kita nafkahkan atau apa saja yang kita nazarkan, Allah mengetahuinya. Jika kamu menampakkan sedekah tidak karena riya, maka itu baik sekali, tetapi jika kamu menyembunyikan sedekah itu hanya karena Allah dan memberikannya kepada orang-orang yang fakir, maka menyembunyikan sedekah itu lebih baik bagimu.

Dan Allah menjanjikan akan menghapuskan darimu sebagian kesalahan-kesalahanmu. Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan, dan orang-orang yang berbuat zalim itu tidak ada seorang penolongpun baginya.

Firman Allah :
 Q.S.2  Al-Baqarah   (ayat  : 270-271)


2:270





270. Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim tidak ada seorang penolongpun baginya.

2:271
271. Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Pahala itu untukmu sendiri :

Sekiranya kamu menafkahkan apa saja hartamu yang baik di jalan Allah, maka pahala itu untuk kamu sendiri, dan janganlah sekali-kali kamu membelanjakan hartamu melainkan hanya untuk mencari keridhaan Allah semata. Apa saja harta yang baik yang telah kamu nafkahkan, Allah akan memberikan pahalanya dengan cukup, sedangkan kamu tidak akan dirugikan sedikitpun.

Firman Nya :
Q.S.2    Al-Baqarah    (ayat  :  272)


2:272
272. Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan).
  
Berinfaq kepada Orang-Orang Fakir Yang Berjuang di Jalan Allah :

Allah memerintahkan kepada kita, supaya berinfaq kepada orang-orang fakir yang terikat dengan (jihad) di jalan Allah. Orang-orang yang tidak tahu, pasti akan menyangka kalau mereka (orang yang berjihad di jalan Allah) adalah orang kaya, karena mereka memelihara dirinya dengan tidak meminta-minta kepada orang lain secara mendesak, dan itu adalah sifat-sifat mereka yang dapat dikenali, padahal sebenarnya mereka tidak dapat mencari nafkah di bumi ini untuk memenuhi kebutuhannya.

Dan orang-orang beriman yang telah menafkahkan hartanya yang baik disiang ataupun dimalam hari, secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan, maka mereka akan mendapat pahala di sisi Allah, tidak akan ada rasa khawatir dan tidak pula bersedih hati.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa saja yang telah kita nafkahkan dari harta kita yang baik di jalan Allah.

Firman Allah :
Q.S.2   Al-Baqarah   (ayat  : 273-274)


2:273
273. (Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.

2:274
274. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.


Senin, 15 Juli 2013

MENAFKAHKAN HARTA DI JALAN ALLAH (bagian.3)









Assalamu 'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

بسم الله الرحمن الرحيم


Pahala di sisi Allah

Allah subhanallahu wata'ala menegaskan, janganlah orang-orang yang beriman yang telah membelanjakan hartanya di jalan Allah itu menyebut-nyebut atau memamerkan pemberiannya dan janganlah membuat sakit hati (perasaan) si penerima dengan selalu menyebut-nyebutnya.

Karena Allah menjanjikan bahwa mereka akan menerima balasan/pahala di sisi Allah. Mereka tidak akan ada kekhawatiran dan tidak pula bersedih hati

Firman Nya :
Q.S.2  Al-Baqarah  (ayat : 262)

2:262
262. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Sahih International
262. Those who spend their wealth in the way of Allah and then do not follow up what they have spent with reminders [of it] or [other] injury will have their reward with their Lord, and there will be no fear concerning them, nor will they grieve.

Perkataan yang baik

Allah subhanahu wata'ala memerintahkan, sebaiknya orang-orang yang beriman tidak menyebut-nyebutkan pemberian sedekahnya, karena hal itu akan membuat sakit perasaan si penerima, dan perkataan yang baik dan sopan serta pemberian maaf itu adalah lebih baik.

Disini Allah menyindir dengan segala kekuasaan dan kemurahannya bahwa, Allah itu Maha Kaya lagi Maha Penyantun

Firman Allah :
Q.S.2    Al-Baqarah   (ayat : 263)

2:263
263. Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.
 Sahih International
263.  Kind speech and forgiveness are better than charity followed by injury. And Allah is Free of need and Forbearing.

Menghilangkan Pahala
(perhatikan keterangan ayat di bawah ini dengan seksama)

Allah subhanahu wata'ala menyeru kepada orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan jangan pula menyakiti perasaan si penerima, karena hal tersebut seperti orang yang menafkahkan hartanya/bersedekah karena riya kepada manusia dan seperti tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian (hari pembalasan).

Allah memberi perumpaan kepada orang itu seumpama batu yang licin, yang di atas batu itu ada tanahnya, dan tanah itu dapat ditanami tumbuh-tumbuhan, kemudian turun hujan yang lebat menimpa batu itu, lalu batu itu akan menjadi bersih lagi tidak ada bekasnya apa-apa. Mereka tidak menguasai/mendapatkan sesuatupun yang mereka usahakan.

Jadi jelasnya orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah/besedekah dengan riya dan menyakiti perasaan si penerima, Allah mengumpamakan seperi orang yang tidak beriman, orang yang tidak beriman itu sama dengan orang kafir.

Dan Allah menjelaskan bahwa tidak akan memberi petunjuknya kepada orang-orang yang kafir.

Firman Nya pula :
Q.S.2    Al-Baqarah   (ayat : 264)

2:264
264. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
 Sahih International
264.  O you who have believed, do not invalidate your charities with reminders or injury as does one who spends his wealth [only] to be seen by the people and does not believe in Allah and the Last Day. His example is like that of a [large] smooth stone upon which is dust and is hit by a downpour that leaves it bare. They are unable [to keep] anything of what they have earned. And Allah does not guide the disbelieving people.


Minggu, 14 Juli 2013

MENAFKAHKAN HARTA DI JALAN ALLAH (bag.2)




Assalaamu 'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh.
بسم الله الرحمن الرحيم
Balasan Yang Berlipat Ganda

Allah subhanallahu wata'ala akan melipatgandakan balasan kepada orang-orang beriman yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Allah di sini mengumpamakan dengan sebutir benih yang ditanam dan tumbuh dengan subur, kemudian benih itu menumbuhkan tujuh bulir, dan setiap bulir ada seratus biji yang sangat menyenangkan hati. Dan Allah masih akan melipat gandakan (ganjarannya) kepada siapa yang dikehendaki.

Seperti dalam Firman Nya :
Q.S.2   Al-Baqarah   (ayat : 261)


2:261
261. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. 

 Sahih International
261.The example of those who spend their wealth in the way of Allah is like a seed [of grain] which grows seven spikes; in each spike is a hundred grains. And Allah multiplies [His reward] for whom He wills. And Allah is all-Encompassing and Knowing.

 Mencari Keridhaan Allah

Apabila orang-orang beriman membelanjakan hartanya hanya untuk mencari keridhaan Allah dan keteguhan jiwa mereka, maka Allah pun akan memberikan balasan yang berlipat ganda lagi banyak. Perumpamaannya seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat ataupun hanya hujan gerimis, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Hanya Allah lah yang Maha Luas (karunia-Nya), Maha Melihat lagi Maha Mengetahui segala yang ada di dalam hati maupun yang diperbuat hamba-Nya.

Firman Nya :
Q.S2.  Al-Baqarah  (ayat :265)

2:265
265. Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

 Sahih International
265. And the example of those who spend their wealth seeking means to the approval of Allah and assuring [reward for] themselves is like a garden on high ground which is hit by a downpour - so it yields its fruits in double. And [even] if it is not hit by a downpour, then a drizzle [is sufficient]. And Allah , of what you do, is Seeing.
 
Ancaman Allah 

Di ayat ini, Allah menerangkan ancamannya kepada orang-orang yang membelanjakan hartanya dengan terlalu beritung-hitung, karena takut kekayaannya akan berkurang dan menjadi miskin, dengan memilih yang buruk- buruk dia keluarkan untuk sedekah, padahal dirinya sendiri tidak mau, kecuali denga memicingkan mata (perasaan tidak suka). Allah menggambarkan dengan seseorang memiliki sebuah kebun yang luas subur dan di kebun itu tumbuh berbagai macam buah-buahan, dan kebun itu ditiupa angin yang sangat kencang sekali dan mengandung hawa panas yang sangat, dan terbakarlah kebun itu. Disini Allah menerangkan ayat-ayat Nya, supaya kita mau memikirkannya.

Dalam Firman Nya :
Q.S.2  Al-Baqarah (ayat :266)

2:266
266. Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya.

 Sahih International
266. Would one of you like to have a garden of palm trees and grapevines underneath which rivers flow in which he has from every fruit? But he is afflicted with old age and has weak offspring, and it is hit by a whirlwind containing fire and is burned. Thus does Allah make clear to you [His] verses that you might give thought.


Kamis, 11 Juli 2013

MENAFKAHKAN HARTA DI JALAN ALLAH (bag.1)





Assalaamu 'alaikum waromatullaahi wabarokaatuh.

بسم الله الرحمن الرحيم

Balasan Allah berlipat ganda

Allah subhanahu wata'ala, menyeru kepada orang-orang yang beriman. 
Barang siapa yang mau menafkahkan sebagian dari harta yang telah dikaruniakan oleh Allah kepada hamba Nya, untuk dibelanjakan di jalan Allah sebelum datangnya hari yang tidak ada lagi jual beli dan syafaat, maka Allah pasti akan membalasnya dengan pembayaran yang berlipat ganda yang banyak.

Hanya Allah yang dapat melapangkan serta menyempitkan rezeki hamba-hamba Nya. Maka janganlah kalian menturuti apa kata-kata orang-orang kafir, karena orang-orang kafir itu adalah orang-orang yang zalim, seperti yang telah Allah firmankan di dalam kitab suciNya, Al-Qur'an.

Firman Allah :
Q.S.2    Al-Baqarah   (ayat : 245 dan 254)



2:245

245. Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

2:254
254. Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa´at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.

Jangan memilih yang buruk-buruk dalam menafkahkan nya

Allah subhanahu wata'ala, menyerukan kepada orang-orang yang beriman, supaya menafkahkan (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahanya yang baik-baik dan sebagian dari apa-apa yang telah Kami (Allah) karuniakan dari bumi kepada hambaNya.

Allah juga melarang orang-orang beriman memilih yang buruk-buruk, lalu menafkahkannya di jalan Allah. Segala hal yang buruk, kita sebagai hambaNya sendiri saja tidak mau mengambilnya melainkan dengan perasaan tidak suka,  Allah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Janganlah turuti bisikan-bisikan syaitan yang menyuruh untuk berbuat kecurangan dan kejahatan (kikir) hanya karena kita ditakut-takuti dengan kemiskinan dan kemlaratan, karena Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui, Maha Kaya lagi Maha Terpuji, tak ada yang dapat memberi dan melapangkan rezeki kecuali hanya Allah semata. Oleh karena itu, segeralah mohon ampun kepada Allah atas segala perbuatan kita.

seperti dalam firman Nya

Q.S.2   Al-Baqarah     (ayat : 267-268)
 

2:267
267. Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

2:268
268. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.